Kamis, 03 Mei 2012

The Innkeepers (2011)



Sinopsis
Sebentar lagi The Yankee Pedlar Inn akan segera ditutup. Setelah beroperasi lebih dari satu abad, penginapan yang konon berhantu ini akhirnya memutuskan untuk mengakhiri semuanya. Meski sudah memasuki hari-hari terakhirnya namun misteri yang meliputi The Yankee Pedlar Inn sepertinya tetap tak mau pergi. Beberapa tamu masih berdatangan sementara kejadian-kejadian aneh masih terus berlanjut.

Sebenarnya para karyawan The Yankee Pedlar Inn sudah banyak yang tak bertugas lagi. Dua yang tersisa adalah Claire (Sara Paxton) dan Luke (Pat Healy). Dua karyawan ini bertekad ingin membongkar misteri yang meliputi The Yankee Pedlar Inn selama ini. Claire dan Luke ingin membuktikan apakah benar penginapan tempat mereka bekerja ini memang berhantu seperti yang selama ini dipercaya orang-orang.
Beberapa tamu aneh mulai berdatangan.

 Di saat yang sama, Claire dan Luke juga mulai merasakan keganjilan yang tak bisa dijelaskan dengan akal sehat. Pelan namun pasti keanehan ini makin menjadi-jadi dan bukan tak mungkin pula The Yankee Pedlar Inn bakal jadi tempat tinggal Claire dan Luke selamanya.


Review
Entah kenapa akhir-akhir ini gue merasa kalau Amerika lagi demen-demennya bikin film horor. Mungkin gara-gara kesuksesan film "Paranormal Activity" sama "Insidious" kali ya. Tapi beruntunglah gue suka dengan ceritanya yang menurut gue termasuk cukup unik. Tentang hantu di hotel.

Selain itu, sound effect yang mendramatisir dan pengambilan gambar yang 'wah' membuat film horor ini menjadi film horor yang artistik namun seram. Ya meski setan yang muncul kata gue sih ga serem-serem amat.

Namun, yang bikin gue suka dengan film ini adalah film ini mampu menghasilkan sebuah film yang berkarakter dengan jumlah tokoh yang sedikit alias itu itu aja.

Tapi sempet juga sih gue ngerasa bosen pas nonton film ini. Gimana nggak, gue merasa dipermainkan oleh film ini. Dimana setannya selalu gak muncul. 



Dengan sekedar melihat posternya, gue kirain film ini bergenre horror fantasy. Eh taunya full horor. Ternyata gue ketipu terhadap poster sodara-sodara ! Ya meski harus gue akui, kalau poster film ini punya daya tarik sendiri.

At least film ini cukup layak ditonton oleh kalian. Tapi, bagi kalian yang ingin mendapat sajian 'wah' dari sebuah film horor, maka film ini kurang gue rekomendasikan.

Sabtu, 14 Januari 2012

Review : Real Steel (2011)


Sinopsis
Dunia sudah berubah. Kemajuan teknologi memang memudahkan pekerjaan manusia tapi di sisi lain, kemajuan teknologi juga yang membuat banyak orang harus kehilangan pekerjaan. Charlie Kenton (Hugh Jackman) adalah satu dari sekian banyak orang yang harus rela pekerjaannya diambil alih teknologi canggih. Charlie dipaksa pensiun dari profesinya sebagai petinju karena olahraga penuh kekerasan ini pun sudah diambil alih robot.

Mengadu manusia di atas ring sudah bukan zamannya lagi. Olahraga ini sekarang dikuasai para robot yang berusaha saling menghancurkan demi kepuasan penonton. Charlie tak bisa mengelak dan buruknya lagi, Charlie tak tahu harus berbuat apa karena selama ini bertinju adalah satu-satunya yang bisa ia lakukan. Charlie memang bukan juara dunia. Ia gagal meraih gelar terhormat itu namun semangatnya tak pernah luntur. Sayang kondisi tak lagi berpihak pada Charlie.

Karena tak mungkin mencari pekerjaan lain, satu-satunya cara adalah tetap bertahan di dunia tinju tanpa harus turun ke dalam ring. Charlie mulai meniti karier menjadi promotor kecil-kecilan. Jadi promotor sepertinya memang sudah takdir Charlie Kenton. Bersama Max (Dakota Goyo), putranya, Charlie kemudian membangun robot dari bekas robot yang sudah kalah bertanding yang biasanya dibuang begitu saja. Dengan modal pengalaman Charlie di atas ring, bisa jadi robot buatan ayah dan anak ini punya peluang mendatangkan uang dalam jumlah besar.

Quotes
Secara angka dialah yang menang, tetapi secara pertandingan akulah yang menang.
Aku hanya ingin bilang, kalau kau akan lebih bahagia hidup dengan mereka.
Setiap manusia memiliki berbagai cara untuk mewujudkan keinginannya.

 
Review
Dengan melihat sepintas poster ini dan melihat ada robot yang bertengger disana, gue mengira film robot ini bakalan kaya transformers atau kaya iron man. Tapi ternyata pendapat gue barusan gak 100% salah dan gak 100% bener. Di film ini adegan menegangkan dicampur aduk dengan drama yang lumayan menyentuh.


Sempat gue merasa alur-alur diawal cerita berjalan lambat dan membosankan. Tapi untunglah, saat atom hadir cerita di film ini makin seru hingga gue terhanyut dalam film ini sembari berteriak "atom ! atom !"


Jangan tanya soal kualitas akting, akting dari pemeran cukup mendalami. Apalagi pemain dari jepang itu (gue lupa namanya), dia jago banget masang muka nyebelin kaya gitu. Sampe-sampe gue kesel beneran pas ngeliat muka dia.Cuma dibalik kesempurnaan film ini masih ada satu hal yang sedikit mengganjal buat gue. Dan anehnya film ini malah menyudahinya begitu saja tanpa menjawab pertanyaan yang bertengger di fikiran gue. 

At least, film ini layak ditonton buat kalian yang ingin melihat aksi yang menegangkan sekaligus bernuansa drama. Kombinasi yang pas dan sempurna !

Rate 9/10

Selasa, 27 Desember 2011

The nutcracker in 3d (2010)

Sinopsis
Mary seorang anak sembilan tahun yang natalnya suram tiba tiba berubah menjadi ceria dan penuh petualangan sejak kedatangan paman Albert kesayangannya yang memberinya boneka Nutcracker yang memikat.

Pada malam natal teman baru Mary,The Nutcracker menjadi hidup dan membawanya kedalam sebuah perjalanan yang menakjubkan kedalam dunia peri yang ajaib,sugarplum dan banyak mainan natal lainnya menjadi hidup disana.Dengan cepat Mary menyadari kalau kerajaan yang fantastik itu dalam bahaya dari para penguasanya yan tiran,raja tikus yang jahat dan ibunya yang licik. Saat Nutcracker disandera Mary dan teman barunya para mainan harus membuka rahasia raja tikus untuk menyelamatkan Nutcracker dan kerajaan.
Quotes
Semua itu hanya relatif, tergantung cara kita memandangnya
Jika kita berfikir positif, sebenarnya hidup itu indah.

Review
The nut cracker, sebuah film yang mengingatkan gue sama film Barbie yang gue tonton di tv dulu. Alur ceritanya persis, jadi ekspetasi gue terhadap film ini ga begitu tinggi. Yang membedakan hanyalah kalo versi barbie itu animasi, dan versi ini adalah versi orangnya.

Tapi tanpa menunggu banyak waktu, film ini membuat gue terhanyut. Gatau gue yang kekanak-kanakan dengan alunan dongeng mereka atau memang film ini yang berhasil memikat gue.

Apalagi unsur musikal yang cukup gue suka. Lirik lagu yang begitu earcatching dan pas buat anak-anak. Bahkan gue aja yang berumur 17 tahun masih enjoy enjoy aja pas ngeliat mereka nyanyi sana-sini.

Tanpa banyak cincong, film ini gue rekomendasikan jika kalian ingin menonton something yang fresh atau sekedar ingin mendengarkan dongeng-dongeng dimasa kalian kecil dulu.

Score
8/10

Minggu, 25 Desember 2011

The Art Of Getting By

Sinopsis
George (Freedie Highmore), seorang pelajar SMA, terobsesi pada pernyataan bahwa “we live and die alone, and everything else is just illusion” (kita hidup dan mati sendiri, segala sesuatunya adalah ilusi). Dengan demikian, ia tidak melihat perlunya menjalani hidup, termasuk sekolah dan pergaulannya. Ia memilih untuk melakukan segala sesuatunya sendiri dan sesuka hatinya.

Pada suatu hari ia bertemu dan berkenalan dengan Sally (Emma Roberts), gadis cantik dan populer di sekolah. Berteman dengannya membuat George sedikit demi sedikit merasakan indahnya hidup. Di sisi lain, pihak sekolah mengenalkannya pada Dustin (Michael Angarano), alumnus yang sukses menjadi artis, untuk membantu George serius dalam menyelesaikan sekolahnya. Sayang segala sesuatunya tidak berjalan dengan baik…

Quotes
kita hidup sendiri, kita mati sendiri. Yang lainnya hanyalah ilusi
bagaimana bisa kau menyebut dirimu pelukis padahal kau tidak melukis ?
kau harus melakukannya atau hal itu tidak pernah terjadi
kau harus melakukan sesuatu atau kau akan kehilangan dia
terkadang hal-hal berubah begitu cepat hingga kau tidak menyadarinya
anything is possible


Review
Karena banyak tetangga sebelah yang bilang kalo film ini bagus, gue pun menonton film ini.

Tapi entah mengapa pas gue tonton kesannya biasa aja. Ga seheboh ekspetasi orang-orang diluar sana. Kisah cinta remaja yang endingnya mudah ditebak. Hanya saja, di film ini kisah remaja ini tidak dibahas dengan sedemikian dangkal.

Konfliknya sederhana, yaitu tentang apa yang kalian cari dimasa hidup kalian. Konflik yang pas banget buat anak abg yang sedang mencari jati diri. Ada juga beberapa quotes yang cukup memorable dipikiran gue.

Sebenernya gue merasa bosen saat nonton film ini, beruntunglah ada si Freddie Highmore yang begitu menggenjot hati gue. Dialah yang membuat gue bertahan menonton film ini hingga habis. *cium Freddie High* #abaikan

At least, film ini biasa aja buat gue. Tapi cocok buat kalian yang lagi galau seputar sekolah. Emang ga terlalu ngefek sih, tapi seenggaknya film ini masih bisa ngasih sebutir semangat.

Score

Jumat, 23 Desember 2011

Kejarlah Jodoh Kau Ku Tangkap (2011)

Sinopsis
Asep terlihat pasrah dan nelangsa, karena hari itu, keluarganya melamar seorang gadis di desanya yang tidak ia sukai. Di hari yang sama, Desa Endah Pisan, yang tenang, damai tiba-tiba dikejutkan dengan kehadiran beberapa model foto dari Jakarta dan crew fotografernya yang akan mengambil lokasi pemotretan di desa tempat Asep tinggal. Disinilah, Asep jatuh cinta pada pandangan pertama, ketika melihat Farah yang berparas cantik berdiri di dalam sunroof mobil

Para warga marah dan hendak menghajar rombongan fotografer karena dianggap menodai tempat keramat dengan model-modelnya yang berpakaian minim namun Asep berhasil menyelamatkan Farah dan kawan-kawannya dari para warga

Saat Farah harus kembali ke Jakarta, Asep selalu terbayang wajah Farah, hingga akhirnya Asep mengutarakan niatnya untuk menyusul Farah ke kota. Ibunya takmengijinkan namun Asep nekad pergi ke Jakarta untuk mencari Farah

 Quotes
mentang-mentang gua orang kecil, lu pada main sogok-sogokkan. Gak bisa !
Itu namanya bukan jodoh dari Allah, tapi jodoh dari emak
Islam itu bukan agama teroris, islam itu agama cinta damai
Masjid itu seharusnya dibuka, agar para musafir bisa beristirahat
Segala sesuatu yang nggak pada tempatnya itu bakalan aneh !
Gak ada yang gak mungkin kalo kita mau berusaha
Memang tidak selamanya hidup itu adalah menyenangkan, tapi hidup itu adalah perjalanan

Review
Sebenernya gue tau kalo film ini ga bagus, tapi tetep aja guenya batu buat nonton ini film. Ya, kalo bukan kita yang nonton film Indonesia, siapa lagi ?

Percaya gak percaya gue sudah bisa menebak alur ceritanya pas film ini baru berjalan sekitar 1 menit 40 detik. Jangan salahkan bunda mengandung, salahkan si pembuat skenario, kenapa dia bisa begitu dangkalnya membuat cerita.Alur yang dibawakan membuat gue mati gaya alias bosen. Jalan cerita yang itu-itu aja soalnya. Bisa gue tebak dengan mudah, tak ada tantangan.

Tadinya gue berharap akting Pretty Asmara bisa menghibur gue, tapi what the hell is goin' on ? Perannya hanya sedikit membantu dari kenyataan yang ada. Terhibur sih terhibur, tapi scene yang ada Pretty Asmaranya itu sangat sedikit. Mungkin cuma sekitar 1 menitan lah. Tapi kenapa di poster film ini ada dia dengan size yang cukup besar ? Oh, gue ngerti mungkin cuma jadi pemancing supaya orang-orang tertarik buat nonton film ini.

Donita yang gue harapkan aktingnya bagus kaya difilm pupus pun kini hanya tinggal harapan. Aktingnya kini terasa biasa, nothing spesial. Gatau dia nya yang gagal, atau si astrada (asisten sutradara) yang gagal mengeksplore bakatnya. Yang jelas di film ini, aktingnya kurang.

Beruntunglah, disini akting Andika Pratama cukup membuat gue klepek-klepek. Baik dari keluguannya, ah pokoknya semuanya. Gue gatau apa karena dia orang sunda beneran atau apa, dia bener-bener fasih logat sunda-nya. Tapi ada pas di scene bilang I Love You, Andika Pratama itu super lebay aktingnya. Gue pun jadi illfeel sendiri. Gatau dia yang aktingnya lebay jaya, atau tuntutan skenario.

Jangan lupa, akting Lidya Kandaou sungguh mempesona. Mungkin udah senior kali ya. Bravo sekali buat beliau. Tak perlu diragukan. Peran yang dibawakan sangat dapet. Belom lagi logat-logat sundanya yang menurut gue cukup fasih. Figur dia sebagai ibu di film ini dapet banget ! Bravo *tepuk tangan*

Scene favorit gue adalah saat si Andika Pratama udah sampe dijakarta. Film ini bisa dengan baik menyampaikan isi serta watak dari orang Jakarta yang sangat kontras dengan orang-orang dipedesaan. Gue aja yang tinggalnya di jakarta-nyerempet-dikit (baca : Bekasi) mendapatkan ilham setelah nonton scene ini.

Namun sayang, pengemasan endingnya tak seindah yang ada dipikiran gue. Begitu singkat, begitu penuh tanya. Padahal masih ada tokoh-tokoh diluar sana yang nasibnya masih gue pertanyakan. Tapi anehnya film ini dengan seenak udel mengakhirinya.

At least, film ini masih layak untuk kalian tonton. Tapi buat kalian yang udah teramat sering nonton film Indonesia bakalan bisa nebak ceritanya kaya gimana. Tapi yaudahlah, tonton aja. Kalo bukan kita yang nonton film Indonesia, siapa lagi ?

Score

Kamis, 22 Desember 2011

New Moon (2009)



Sinopsis
Bella Swan yang frustasi akibat ditinggal kekasihnya –Edward Cullen Sang Vampir. Tentu saja perginya Edward disertai alasan kuat, yaitu demi kebaikan Bella yang akan sering terancam keselamatannya jika terlalu sering berdekatan dengan keluarga Edward.

Saat sedang tenggelam dalam kesedihan, Bella menjalin persahabatan dengan Jacob Black yang secara perlahan kembali membangkitkan semangat hidupnya. Namun persahabatannya dengan Jacob menyeret Bella ke dunia lain, dunia kaum werewolf yang merupakan “musuh abadi” kaum vampire.
Kedekatan dengan Jacob juga membawa Bella terjebak dalam perasaan lain yang menguji ketulusan cintanya kepada Edward.

Quotes
I'm here, and I love you. I have always loved you, and I will always love you. I was thinking of you, seeing your face in my mind, every second that I was away. ~Edward

Only you could be more important than what I wanted...what I needed. What I want and need is to be with you, and I know I'll never be strong enough to leave again. - Edward

The most absurd, ridiculous concept--as if there were any way I could exist without needing you. ~Edward

Review
Sebenernya film dengan genre begini bukanlah makanan sehari-hari buat gue, tapi berhubung masyarakat Indonesia (terutama para abg) pada suka sama film ini, gue pun memutuskan untuk nonton film ini.


120 menit bukanlah durasi yang sebentar untuk sebuah film. Ya, itulah yang ingin gue katakan terlebih dahulu. Meski gue akui kalo ada beberapa scene yang gue suka, tapi masih aja ada beberapa scene yang harus didelete karena bisa membuat gue mati bosan. Dan beruntunglah film ini saat gue melihat si Jacob, oh.. wajah dan bentuk tubuhnya yang aduhai bisa membuat mata gue bersih bersinar dan ga bosan saat melihat film ini. 


Sejauh mata memandang, gue melihat ending yang disajikan memang sengaja dibuat begitu supaya audience nonton sekuel ketiga dari film ini. Oh yeah, strategi marketing yang mudah ditebak memang. Dan tak perlu gue pungkiri dengan hadirnya Twillight dan sekuelnya, banyak pihak yang merespon positif dan banyak pihak yang merespon negatif. Gue disini netral aja.


Gue ga mau komen banyak seputar film ini, karena memang film ini tidak memiliki banyak hal minus untuk dibacotin disini. Gue pun merasa sekuel kedua ini lebih dapet feel nya dibandingkan sekuel yang pertama. Begitu pula dengan pemain-pemainnya, gue merasa pemainnya juga udah bisa 100% mendalami karakter yang mereka bawakan.


At least, film ini cukup layak ditonton. Apalagi buat kalian yang udah mantengin sekuel sebelumnya.Kalian akan melihat drama cinta segitiga, berbalut dengan selingan dongeng, dibalut lagi dengan kepingan-kepingan aksi, yang dikemas dengan cukup apik.


Score

Rabu, 21 Desember 2011

Ada Apa Dengan Pocong (2011)

Sinopsis
Suatu malam Wawan diteror habis-habisan oleh Pocong di tempat kostnya.  Kemudian Hary, Boy dan Tedi mengalami hal yang sama, bahkan kemudian Tedi harus tertabrak mobil, ketika ia ketakutan dikejar pocong sehingga  Tedi harus dirawat di rumah sakit.

Esoknya, Hary dan Wawan segera mendatangi Dukun sakti untuk meminta perlindungan. Tapi ternyata, keris pemberian Dukun untuk melindungi Wawan dan Hary tidak membuat Pocong berhenti mengejar.  

Quotes
Kata emak gue, nyelesein sesuatu pake ilmu hitam itu ga baik

Review
Rasanya pingin banget gue nyanyi sambil tereak-tereak pake toa mushala "Aku tertipu, aku terjebak, aku terperangkap muslihatmu. yeaaaaaaaaaah". Kenapa nggak ? Itulah yang gue rasakan saat menonton film ini. Gue tertipu dengan trailer di tv yang bilang kalo film ini kocak, gue tertipu dengan judul film ini yang cukup earcatching, gue tertipu dengan nama Zaky Zimah sebagai pemain disana, gue tertipu dengan poster film ini yang menjebak.
*nyanyi lagi*
"Aku tertipu, aku terjebak, aku terperangkap muslihatmu."

Film ini dibuka dengan dialog-dialog tanpa makna dari pemain-pemainnya. Mencoba menghibur tapi tak menghibur gue, tak ada gelak tawa sama sekali dari gue. Okey, paling mentok gue hanya tersenyum dan bergunam kecil "boleh lah"

Gue merasa bingung dengan film ini pada awalnya, gimana nggak ? Gue melihat pocong dan kuntilanak secara bersamaan ! Dan gue pun berfikir, lah ini setannya pocong atau kuntilanak ? Kok gak konsisten sih ? Maunya apa coba ? Mau bertranformasi gitu ? Haha *ketawa maksa*

Tapi kehadiran setan labil itu ga sepenuhnya membuat gue enek. Jujur, yang menghibur dari film ini justru setannya. Bukannlah jokes-jokes paksaan dari film ini. Bahkan Zaky Zimah yang gue harapkan akan memberi jokes-jokes segar justru malah berpenampilan cupu maksa. Hello guys ! This is 2011 ! Masih nemu ya cowok belah tengah ? 

Belum lagi akting dari kedua cewek yang jelas-jelas kaku. Siapa sih namanya ? Joanna Alexandra ya ? Tumben banget sih aktingnya kaku begitu ? Gue ga ngerti deh. Gue juga gatau apa tujuannya kedua cewek itu nongol. Gapenting-penting amat sih, tapi yaudahlah biarin. Ikhlasin aja. *tarik nafas*

Saat gue menonton durasi awalpun gue sudah sangat mudah menebak alur cerita yang disuguhkan dengan mudah. Nothing special. Konflik yang disuguhkan sangat flat. Hampir ga ada pesan moral. Ending yang gantung (mungkin maksudnya mau bikin twist ending kali ya tapi ga kesampean). Belum juga masih banyak pertanyaan di pikiran gue yang belum kejawab.

Tapi beruntunglah sodara-sodara, di film ini ga ada adegan paha-dada seperti film horor-bokep indonesia sebelumnya. Ya meskipun film ini banyak minusnya, setidaknya dengan tidak adanya paha-dada bisa membuat gue cukup lega. Bukannya kenapa, gue muak dengan melihat paha-dada seperti itu.

Dan setelah gue browsing sana-sini ternyata si masterpiece dari film ini adalah Nayato ! Waw ! Bravo sekali ! *tepuk tangan* pantes aja. Gue ga kaget, pantes kok dia ngelakuin itu. Nayato menggunakan nama samarannya bukan Ian Jacobs sih, makanya gue ketipu. Sepertinya gue harus menuruti kata temen sesama movie-reviewer gue, kalo dimana ada pocong disitu ada nayato. Ga percaya ? Coba deh cek, berapa banyak film yang bintang utamanya pocong yang udah disutradarai oleh masterpiece kita ini ?

At least, film ini masih sedikit layak ditonton buat kalian yang pingin menonton. Tapi jangan terlalu berharap banyak sama film ini karena akhirnya lo akan kecewa kayak gue.

Score