Heartbeat (2010)

11:21 PM 0 Comments


Film ini menceritakan tentang seorang ibu yang mencari donor jantung untuk anak semata wayangnya dan seorang pemuda yang mencari donor ginjal untuk ibunya. Terlihat memang sederhana, tapi film ini cukup berhasil mengubek-ubek skenario sehingga cukup sulit untuk menebak jalan ceritanya.

Tapi sayangnya banyak banget gue liat kesalahan dari crew filmnya. Saking banyaknya gue bisa jabarin satu-satu
- Ada scene dimana si perempuan memecahkan kaca rumah dan menerobos masuk ke dalam rumah tersebut. Tapi saat ketahuan oleh si penghuni rumah, secara aneh bin ajaib ga ada pecahan kaca sedikitpun ! Rumah itu seperti nggak ada kejadian apa-apa
- Ada  juga scene dimana laki-laki yang wajah dan di kerah bajunya berlumuran darah. Eh pas di laki-laki itu sampai dirumah sakit warna darah di kerah bajunya menjadi sangat cerah dan mencolok. Setahu gue kalau darah mengendap dibaju, makin lama makin berwarna kecoklatan, bukannya semakin cerah.
- Ada juga scene dimana si perempuan ga pake sarung tangan (di situ lukanya keliatan banget), eh pas diruangan yang berbeda mendadak dia pake sarung tangan. Padahal nggak ada scene yang menunjukkan kalo si perempuan itu sedang mengganti sarung tangannya. Dan itu masih dihari dan dijam yang sama. Aneh bin ajaib.
- Terus kelihatan juga proses pengambilan gambar yang nggak matching. Keliatan banget kalo ada beberapa take yang NG (Not Good) terus dipaksa masuk aja sama editornya.
- Ada juga ceritanya perempuan dan bapak-bapak dialog gitu, cuma diambil dari angle yang berbeda. Satu angle dari si perempuan dan satu angle nya lagi dari si bapak-bapak. Terus kan si bapak-bapaknya itu lagi mainan solitaire (itu loh game kartu yang biasanya bawaaan dari wind*ws) masa dengan hitungan detik posisi kartunya bisa berubah drastis. Padahal itu masih didialog yang sama. Misalnya : Tadi itu kartu nya udah banyakkk banget, eh 5 detik kemuadian kartu mendadak cuma ada sedikit. Sumpah ini ketahuan banget ! Gue yang nggak merhatiin aja bisa mengetahuinya dengan jelas.

Gue cukup puas dengan konfliknya, emosi gue juga diaduk-aduk sama film ini, dan jalan pikiran gue seperti di kuassai oleh film ini. Good Job !

Cuma sayangnya, pengemasan endingnya begitu sederhana. Bukan sederhana (gampang ketebak) maksudnya, melainkan endingnya itu kurang di eksplore atau kurang didramatisir lagi. Jadi gue merasa agak kecewa gitu. Untungnya gue masih bisa nangkep apa pesan moral dari film ini.

At least, film ini layak ditonton. Dan menurut gue pesan moralnya bagus kok. Cuma sayang, pengemasan dari film ini masih kurang bagus. Dan menurut gue durasi 2 jam itu cukup kepanjangan buat film ini. 


Rate 8/10

0 comments: